Sejarah, Visi, Misi, dan Tujuan Prodi

Sejarah, Visi, Misi, dan Tujuan Prodi PPKn

Visi

Pada tahun 2029 menjadi pusat pengembangan pendidikan dan pembelajaran yang Islami dalam bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, untuk membentuk bangsa yang berkarakter kuat dan memiliki kesadaran berkonstitusi menuju masyarakat madani dan memberi arah perubahan

Tujuan

  1. Menghasilkan guru bidang studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang profesional, mampu mengembangkan pembelajaran inovatif dan melaksanakan Penelitian Pendidikan.
  2. Menghasilkan guru yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk mendukung profesionalisme sebagai guru.
  3. Menghasilkan guru berkarakter kuat dalam rangka mencapai tujuan dan cita-cita nasional.
  4. Menghasilkan guru yang memiliki kemampuan dalam membina ektrakurikuler kepramukaan, Hisbul Wathan, Patroli Keamanan Sekolah, dan Palang Merah Remaja

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan guru bidang studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
  2. Memajukan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta meningkatkan sumberdaya manusia yang berkarakter kuat, sehingga mampu memecahkan permasalahan bangsa dan memberikan pelayanan pendidikan yang profesional menuju masyarakat madani.
  3. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan calon pembina ektrakurikuler kepramukaan, Hisbul Wathan, Patroli Keamanan Sekolah, dan Palang Merah Remaja

Sarana dan Prasarana

  1. Lab Microteaching.
  2. Lab Komputer.
  3. Lab Program Studi PKn.
  4. Free Hot Spot disemua ruang Kelas.
  5. Kursus Bahasa Inggris gratis sampai bisa, dilakukan oleh LC.
  6. Kursus membaca Arab dan Al Qur’an sampai bisa.
  7. Perpustakaan PKn.
  8. Kelas full fasilitas (AC, LCD, OHP dan alat peraga lainnya).
  9. Dan masih banyak lagi.

Aktifitas Mahasiswa

km-pkn-1

Testimoni Alumni

Kesan: Tidak salah jika anak muda melanjutkan kuliah di jurusan PKn UMS, terlebih pada situasi dimana pendidikan Pancasila diintensifkan.
Pesan: Perlu penambahan program unggulan selain kepramukaan, sehingga akan banyak lulusan PKn yang mampu bekerja minimal seperti saya.
Dr. Susiyanto – Dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Staf Ahli Kemendikbud

Kesan: Anugrah terindah disaat sebangku kuliah dengan teman-teman PKn UMS, dibimbing oleh dosen yang berkompeten dengan fasilitas memuaskan.
Pesan: Kami akan menyambut adik-adik mahasiswa jika berkunjung di Jakarta. Kami alumni 87-88 jabodetabek siap menunggu kedatanganmu.
Drs. Priyadi – Guru PNS Di SMA Negeri 10 Tangerang

Sejarah Prodi PPKn FKIP UMS

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan satu dari 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan satu di antara 1.890 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia. UMS terletak di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Amal usaha bidang pendidikan ini bertekad mewujudkan kampus sebagai “Wacana Keil­muan dan Keislaman” yakni mampu menumbuhkan budaya Islami yang menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dilandasi nilai-nilai keislaman. Sikap kerja keras, jujur, ikhlas, sabar, berintegritas tinggi, berpikiran positif, rasional, objektif, adil dan berhati bersih sebagai landasan moral pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan ilmu-ilmu Keislaman senantiasa ditanamkan kepada seluruh civitas akademik Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk menyongsong era globalisasi.

Era globalisasi dan informasi menimbulkan interdependensi. Perguruan tinggi memainkan peran yang menentukan dalam pembentukan kualitas sumber daya insani suatu bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan informasi. UMS tidak bisa lepas dari tuntutan tersebut dan perlu menata diri untuk meningkatkan keberlangsungan, daya juang, dan daya saing pada masa-masa mendatang (sustainable competitive advantage).

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) adalah lembaga pendidikan tinggi di bawah persyarikatan Muhammadiyah. UMS berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0330/O/1981 tanggal 24 Oktober 1981 sebagai perubahan bentuk dari IKIP Muhammadiyah Surakarta. Secara kelembagaan UMS berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta yang didirikan pada tahun 1957. Para perintisnya antara lain Ibu Sudalmiyah Suhud Rais, Bapak Radjab Bulan Hadipurnomo, Bapak Muhammad Syafa’at Habib, Ibu Sulastri Gito Atmodjo, dan KH Syahlan Rosyidi.

Pada tanggal 18 September 1958, lembaga tersebut diresmikan oleh Bapak Wali Kota Madya Surakarta H.M Shaleh Werdhisastro. Pada saat diresmikan, Perguruan Tinggi ini baru memiliki 51 mahasiswa, 6 orang karyawan dan 7 orang dosen. Asset tersebut modal awal berdirinya FKIP Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta yang berlokasi di Jalan Overste Sudiarto Nomor 60 Surakarta. Menjabat Dekan (Rektor saat itu) adalah Prof. Drs. Abdullah Sigit, Guru Besar Universitas Gadjah Mada dan sekretarisnya Bapak Drs. M. Syafa’at Habib. Jurusan yang dibuka adalah Pendidkan Umum, Ekonomi Umum dan Islamic Studies (Pendidikan Agama Islam) tingkat Sarjana Muda, dengan status terdaftar.

Pada tahun 1963 jurusan-jurusan tersebut mendapatkan Status Disamakan (mendapatkan penghargaan sama dengan ijazah perguruan tinggi negeri yang setaraf untuk tingkat Sarjana Muda) berdasarkan surat keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 106/A tahun 1963. Pada tahun 1965 FKIP Muhammadiyah Cabang Surakarta mendapatkan izin untuk berdiri sendiri dan menjadi dua lembaga Pendidikan Tinggi, yaitu Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Surakarta di bawah koordinasi Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan dan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) di bawah koordinasi Departemen Agama.

IKIP Muhammadiyah Surakarta berdiri dengan jurusan-jurusan Pendidikan Umum (PU), Ekonomi Umum (EU) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 337/B-SWT/1965 dan IAIM dengan jurusan Tarbiyah/Pendidikan Agama Islam dan Jurusan Ushuluddin/Perbandingan Agama bersadarkan Keputusan Menteri Agama nomor 21 tahun 1966. Tahun 1967 IKIP Muhammadiyah Surakarta menambah satu jurusan yaitu Civic Hukum (CH) dengan status Terdaftar dan mendapatkan izin sebagai induk Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jawa Tengah yang terdiri dari IKIP Muhammadiyah Klaten, Magelang, Kudus, Purwokerto, Kebumen, Wates, Temanggung, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Banjarnegara, Prambanan, Purbalingga, Wonosari, dan Sragen.

Setelah berkembang cabang-cabang tersebut akhirnya berdiri sendiri menjadi perguruan tinggi yang mandiri seperti IKIP Muhammadiyah Purwokerto, IKIP Muhammadiyah Purworejo dan IKIP Muhammadiyah Magelang. Pada tahun 1979 Drs. H. Mohamd Djazman, Rektor IKIP Muhammadiyah Surakarta saat itu memprakarsai berdirinya Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan menggabungkan IKIP Muhammadiyah Surakarta dan IAIM Surakarta. Prakarsa tersebut kemudian terwujud dengan turunnya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0330/O/1981 tentang berubahnya status IKIP Muhammadiyah Surakarta menjadi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pada tahun 1993, Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc menjadi Rektor UMS sampai dengan 1996. Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc merangkap antara UMS dan Univ Muhmammadiyah Malang. Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc kemudian hijrah ke Jakarta untuk menjadi Dirjen di Departemen Agama, menjadi Menteri Agama, dan menjadi Mendiknas. Pada masa Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc banyak dilakukan terobosan, sehingga program studi di UMS banyak mendapat status disamakan. Pada tahun 1996 sampai 2004, Prof. Drs Dochak Latief M.Si menjadi rektor UMS. Prof. Drs Dochak Latief M.Si melanjutkan program Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc mengembankan program-program studi baru, Program Pascasarjana dan Program Studi Kedokteran.

Tahun 2005 hingga saat ini (2014), Prof Dr. H. Bambang Setiaji, MS menjabat sebagai rektor UMS. Program studi yang dibuka semakin banyak hingga 52 program studi. Kerja sama dengan luar negeri double degree dilakukan dengan 5 negara yakni UK, Australia, Korea, Taiwan, dan USA. Manajemen dibenahi dengan mendirikan dana pensiun, dana abadi, dan cash manajemen untuk perbaikan manajemen keuangan. Sejalan dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat, beberapa fakultas dikembangkan dengan membuka jurusan baru seperti Fakultas Ekonomi dengan Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, Fakultas Teknik dengan Jurusan Teknik Arsitektur, Elektro, Teknik Kimia, dan Teknik Industri.

Pada tahun 1993/1994 UMS membuka program Pendidikan Ahli Madya Kesehatan (D3) dengan Jurusan Keperawatan, Fisioterapi, Gizi, dan Kesehatan Lingkungan. Tahun 1995/1996 membuka Program Pasca Sarjana dengan program Magister Studi Islam (MSI). Selanjutnya pada tahun 1999 membuka Fakultas Farmasi dan Magister Manajemen (MM) serta tahun 2001 membuka Magister Ilmu Hukum, Teknik Sipil, dan Manajemen Pendidikan. Pada tahun 2003/2004 dibuka program S1 dan D4 Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, dengan jurusan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Fisioterapi, dan menyusul dibuka program studi Pendidikan Dokter tahun akademik 2004/2005.

Pada perkembangannya empat program studi terakhir ini diintegrasikan dengan program D-3 Kesehatan dengan nama Fakultas Ilmu Kedokteran. Pada tahun 2005, UMS mendapat izin untuk membuka program Magister Psikologi dan di susul program Magister Pengkajian Bahasa tahun 2006. Pada tahun 2006, FKIP membuka jurusan baru Program D2 Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK). Pada tahun 2006 juga dibuka Fakultas Komunikasi dan Informatika dengan satu jurusan yaitu Ilmu Komunikasi, disusul dibukanya jurusan Teknik Informatika (Perangkat Lunak) pada tahun 2007. Pada tahun 2007 FKIP juga membuka jurusan baru, yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Tahun 2007 juga ditandai dengan langkah UMS menuju universitas kelas dunia yaitu dengan dibukanya program Internasional kerjasama UMS dengan Kingston University di Inggris untuk program studi automotive engineering dan kerjasama UMS dengan Universiti Kebangsaan Malaysia untuk program studi Bussiness Administration dan Medical Law. UMS juga menyelenggarakan pendidikan profesi, seperti profesi Apoteker, Psikologi, Advokat, Ners, dan Guru. Landasan untuk menuju universitas kelas dunia semakin kuat dengan masuknya UMS dalam kelompok 50 Promissing Indonesian Universities.

Prodi PPKn FKIP UMS saat ini memperoleh predikat A (sangat baik) ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Predikat akreditasi A yang diperoleh dengan skor nilai 367 (tiga ratus enam puluh tujuh) dan berlaku mulai dari tahun 2014 hingga 2019. Perolehan ini merupakan keberhasilan mempertahankan akreditasi yang diperoleh periode sebelumnya, tahun 2008-2013 yang juga memperoleh predikat A. Keberhasilan memperolah predikat A menunjukkan bahwa program studi PPKn berkomitmen mencapai visi yang telah ditetapkan, yaitu:

Menjadi pusat pengembangan pendidikan dan pembelajaran bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta Ketatanegaraan, untuk membentuk bangsa yang berkarakter kuat dan memiliki kesadaran berkonstitusi menuju masyarakat madani.

Seluruh civitas akademika merasa bahwa visi tersebut belum tercapai secara menyeluruh, dikarenakan ada beberapa tugas penting yang harus dilakukan. Visi memang harus bisa diterapkan dengan misi-misi yang baik. Misi yang ditetapkan oleh Prodi PPKn FKIP UMS, yakni:

  1. Menyelenggarakan pendidikan guru bidang studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta Ketatanegaraan.
  2. Memajukan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta meningkatkan sumber daya manusia yang berkarakter kuat, sehingga mampu memecahkan permasalahan bangsa dan memberikan pelayanan pendidikan yang profesional menuju masyarakat madani.
  3. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan calon pembina ekstrakurikuler Kepramukaan, Hizbul Wathan, Patroli Keamanan Sekolah, dan Palang Merah Remaja.

Berpedoman dari misi dan visi program studi yang ditetapkan, diharapkan Prodi PPKn FKIP UMS mampu menghasilkan lulusan sebagai berikut:

  1. Menghasilkan guru bidang studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta Ketatanegaraan yang profesional, mampu mengembangkan pembelajaran inovatif dan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas.
  2. Menghasilkan guru yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk mendukung profesionalisme sebagai guru.
  3. Menghasilkan guru berkarakter kuat dalam rangka mencapai tujuan dan cita-cita nasional.
  4. Menghasilkan guru yang memiliki kemampuan dalam membina generasi muda melalui pendidikan Kepramukaan.

Program Studi PPKn FKIP UMS berupaya mengembangkan nilai-nilai amanah, memiliki integritas, jujur, mampu menjaga dan mengembangkan kepercayaan lembaga maupun masyarakat. Keteladanan memiliki prilaku yang bisa diteladani oleh lingkungannya di masyarakat maupun di tempat kerja, baik ucapan, sikap, dan perbuatannya. Aktif dan kreatif terlibat aktif dalam berbagai kegiatan untuk mengembangkan diri yang ditunjang dengan pola pikir dan cara pandang yang variatif dalam keterlibatan dan penyelesaian permasalahan yang dihadapi. Profesional memiliki pengetahuan, kemampuan, dan sikap yang memadai, serta mampu melaksanakannya. Berahlak Mulia memiliki paduan perasaan dan pikiran untuk mempertimbangkan baik buruk dalam bertindak, sehingga mampu berprilaku santun, rendah hati, dan tahu diri. Demokratis menjiwai dan melaksanakan nilai-nilai penghargaan terhadap perbedaan guna menjaga kebersamaan. Nasionalisme memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara yang tercermin dalam prilaku kesehariannya.

Nilai yang harus diwujudkan dan dipertahankan dalam keseharian civitas akademik berdasarkan visi, misi, dan tujuan di atas meliputi disiplin, teladan, jujur, bertanggungjawab, visioner, memberdayakan, demokratis, dan cinta tanah air. Pengembangan dan pewujudan nilai-nilai ditanamkan melalui penyajian mata kuliah baik dalam kelompok MPK, MKK, MKB, MPB, maupun MBB. Juga penciptaan suasana akademik dan interaksi civitas akademika yang kondusif untuk menunjang penmgembangan dan terwujudnya nilai-nilai yang dimaksud. Rumusan Sasaran Program Studi PPKn FKIP UMS adalah sebagai berikut:

  1. Lulusan bekerja pada bidang yang relevan.
  2. Lulusan setiap angkatan minimal 10% dengan masa studi 3,5 tahun dan memiliki IPK minimal 3,5.
  3. Lulusan memiliki skor tes kompetensi Bahasa Inggris (TOIEC) minimal 450.
  4. Lulusan mampu mengaplikasikan MS. Office, SPSS, dan Exel.
  5. Lulusan mampu membaca Al-Quran dengan baik.
  6. Lulusan mampu membina Pramuka di sekolah.
  7. Lulusan memiliki IPK minimal 3,0.
  8. Dosen mampu melakukan pengabdian masyarakat minimal 1 kali dalam satu tahun.
  9. Dosen mampu melakukan penelitian dan publikasi ilmiah minimal 1 kali dalam satu tahun.
  10. Lulusan dapat menerapkan strategi pembelajaran aktif-inovatif.

Rencana Strategi (Renstra) Program PPKn FKIP UMS disusun dalam jangka waktu 1 periode kepemimpinan program studi, yaitu 4-5 tahun. Durasi waktu tersebut mengikuti priodesasi kepemimpinan sebagaimana yang ditetapkan oleh universitas. Rumusan garis besar rencana strategi dimaksud meliputi:

  1. Peningkatan kualitas input, kemampuan praktis dalam proses perkuliahan, dan pengenalan dunia kerja lebih intensif dan dini.
  2. Kurikulum dirancang untuk memberi peluang lulus 3,5 tahun.
  3. Pembimbingan skripsi menjadi 1 pembimbing.
  4. Pengambilan SKS berdasarkan IPS sebelumnya, sehingga mahasiswa yang mendapat IPS yang baik, mempunyai peluang untuk mengambil nominal SKS lebih banyak.
  5. Intensitas pelaksanaan Mentoring dan mengikuti kegiatan di Pondok Nuriah Sobron.
  6. Intensitas praktikum untuk mata kuliah yang memerlukan dukungan praktikum.
  7. Menyelenggaran Soft Skill penunjang untuk mahasiswa.
  8. Kemah Pramuka
  9. Menyelenggarakan perkemahan guna mengembangkan kompetensi membina pramuka.
  10. Mengirim mahasiswa ke sekolah mitra untuk menjadi pembina pramuka.
  11. Pemilihan obyek KKL yang relevan.
porno izle