SURAKARTA – Dalam upaya berkelanjutan untuk mencetak lulusan yang relevan dengan dinamika kebutuhan zaman, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar agenda strategis bertajuk Serap Aspirasi Pengembangan Kurikulum. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026, bertempat di Laboratorium PPG FKIP UMS ini, menjadi bukti nyata komitmen prodi dalam mengintegrasikan standar akademik tinggi dengan tuntutan praktis di lapangan pendidikan dan kepanduan.
Diskusi tingkat tinggi ini dihadiri langsung oleh pimpinan prodi, di antaranya Wibowo Heru Prasetiyo, Ph.D. (Ketua Program Studi) dan Obby Taufik Hidayat, Ph.D. (Kepala Laboratorium), serta perwakilan dosen pakar seperti Eko Prasetyo, M.Pd. dan Umi Setyaningsih, M.Pd. Sinergi ini diperkuat dengan kehadiran para pemangku kepentingan (stakeholders) dari berbagai instansi strategis, mulai dari Ketua MGMP SMP Kabupaten Boyolali, Joko Turyanto, S.Pd., M.M., Sekretaris MGMP SMA Kota Surakarta, Lail Nur Fadlika, S.Pd. hingga perwakilan praktisi keamanan dan kepanduan seperti IPDA Niken Sri Mahesi, SH, MH dari Satlantas Polres Sukoharjo dan para pelatih senior Hizbul Wathan serta Pramuka dari berbagai wilayah di Solo Raya.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah membedah secara mendalam struktur kurikulum, bobot Satuan Kredit Semester (SKS), dan kedalaman materi pembelajaran agar selaras dengan profil lulusan yang dicanangkan. Prodi PPKn UMS memiliki karakteristik khas yang membedakannya dengan institusi lain, yakni penguatan pada aspek pembinaan ekstrakurikuler wajib sekolah seperti Pramuka, Hizbul Wathan (HW), Palang Merah Remaja (PMR), dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Melalui dialog interaktif ini, para praktisi memberikan gambaran riil mengenai tantangan yang dihadapi guru dan pelatih di sekolah, sehingga kurikulum yang disusun nantinya mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi manajerial dan teknis yang mumpuni untuk mengelola organisasi kesiswaan tersebut secara profesional.
Hasil dari serap aspirasi ini sangat krusial, di mana prodi berhasil menghimpun berbagai rekomendasi tajam untuk pematangan draf kurikulum hingga penyusunan Rencana Semester Pembelajaran (RSP) yang lebih aplikatif. Tidak hanya berhenti pada level konseptual, kegiatan ini juga membuahkan komitmen kerja sama yang kuat antara Prodi PPKn UMS dengan mitra sekolah dan instansi sektoral. Dukungan nyata diberikan untuk pengadaan kegiatan pelatihan bersertifikasi dan kolaborasi praktikum yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja. Dengan keterlibatan aktif para pakar dan praktisi ini, Prodi PPKn UMS semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat keunggulan pendidikan kewarganegaraan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat global.
