Kuliah Umum: Bangga Menjadi Lulusan PPKn FKIP UMS

Surakarta, 27 Februari 2020 – Himpunan Mahasiswa Prodi PPKn UMS kembali menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan sebagai bagian dari program kerjanya. Pada Kamis (27/02/20) diadakan Kuliah umum yang tak asing lagi menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Tema yang diusung pada kuliah umum tahun ini yaitu “Bangga Menjadi Lulusan PPKn FKIP UMS “. Kegiatan tersebut bertempat di Auditorium Moh. Djazman, Kampus 1, dan pada kesempatan ini Kaprodi PPKn Dr. Ahmad Muhibbin, M.Si turut hadir untuk membuka acara kuliah umum ini secara resmi yang diikuti oleh seluruh Mahasiswa PPKn. Untuk memeriahkan kuliah umum, dihadirkan beberapa pembicara yang merupakan lulusan PPKn FKIP UMS yaitu Supriyanto, S.Pd., M.Pd (Dosen Universitas Muhammadiyah Semarang), Ahmad Nasir Ari Bowo, S.Pd., M.Pd (Dosen Universitas Cokroaminoto Yogyakarta dan Dekan FKIP), dan Abih Gumelar, S.Pd., M.Pd (Dosen Universitas Pendidikan Indonesia).

Gambaran Kuliah Umum atau intisari materi yang dibahas dalam kuliah umum ini yaitu: Pendidikan kewarganegaraan mengajarkan tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik, taat aturan negara dan juga sebagai wadah untuk menumbuhkan semngat patriotisme. Jadi, seorang guru bisa menanamkan jiwa nasionalisme melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Pada awal kemerdekaan, jiwa nasionalisme bangsa Indonesia sangat kuat. Namun, kini jiwa nasionalisme bangsa Indonesia telah melemah. Nasionalisme diartikan sebagai suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara. Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia berkembang sejalan dengan kebijakan pendidikan dan tren politik yang ada. Sampai saat ini pendidikan kewarganegaraan sudah menjadi bagian penting dari instrumensasi serta praksis nasional. Sistem belajar konvensional yang menjadi kelemahan proses pembelajaran PKN di Indonesia saat ini meliputi guru menjadi sumber satu-satuya sumber ilmu.

Seharusnya dalam proses pembelajaran PKN dibutuhkan guru (pendidik) lulusan program studi PPKN yang memiliki inovasi dan kreativitas untuk meningkatkan keefektivan proses dan tujuan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Dalam proses pembelajaran sebaiknya tidak hanya melibatkan guru tapi juga melibatkan siswa, media dan lain-lain.

Pemikiran dan statement yang lucu bagi banyak orang salah satunya, Prodi PPKn dianggap kalah bersaing dengan prodi-prodi lainnya karena sebagian besar masyarakat menganggap pelajaran PPKn mulai ada di Sekolah Menengah Pertama dan Atas. Sekaligus PPKn tidak masuk kedalam Ujian Nasional yang dengan  mana dianggap penentu kelulusan dan kesuksesan seseorang menurut kebanyakan orang. Why ??? Padahal steatment dan anggapan tersebut salah besar tergantung pada setiap individu menjadikan pengalaman dan menikmati proses menuju sukses walaupun banyak cobaan dan hambatan.

Dengan adanya kuliah umum ini memberikan semangat kepada mahasiswa PPKn UMS agar tetap semangat menjalankan setiap proses dan menjadikan lulusan PPKn mampu bersaing dengan yang lainnya.

Di akhir seminar Pembicara dan Peserta bersama-sama menyuarakan Jargon untuk mengobarkan semangat pemuda masa depan “HMP PPKn ??? Salam Jaya, Salam Pancasila !!!” Tak luput pula dengan pesan-pesan yang disampaikan oleh pembicara “Untuk sukses tidak harus menjadi yang terbaik, yang terpenting adalah kita manusia yang selalu mau memperbaiki diri. Sebab kasih yang baik selalu merawat kemungkinan, membuat harapan menjadi kata kerja dan mendekatkan hari depan”- Supriyanto, S.Pd., M.Pd