SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menunjukkan dedikasinya dalam menjaga standar akademik tertinggi melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus formal Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi komprehensif. Fokus utama audit kali ini adalah memastikan sinkronisasi antara standar mutu dan panduan kurikulum dengan implementasi riil di lapangan, menjamin sistem manajemen mutu berjalan sesuai regulasi terkini, serta mengidentifikasi berbagai peluang perbaikan berkelanjutan demi pelayanan pendidikan yang ekselen.
Acara yang berlangsung khidmat dan produktif ini dihadiri oleh jajaran pimpinan prodi, antara lain Wibowo Heru Prasetiyo, Ph.D. (Ketua Program Studi), Patmisari, M.Pd. (Sekretaris Program Studi), Drs. Yulianto Bambang Setyadi, M.Si. (Unit Penjaminan Mutu), dan Obby Taufik Hidayat, Ph.D. (Kepala Laboratorium). Kehadiran para pimpinan ini menegaskan tanggung jawab kolektif dalam menjaga marwah akademik prodi. Bertindak sebagai tim auditor independen yang memberikan tinjauan objektif adalah Bapak Danardono, S.Si., M.Sc. dan Bapak Nurmuntaha Agung Nugraha, S.T., M.T., yang memberikan perspektif kritis namun konstruktif terhadap seluruh dokumen dan proses yang diaudit.
Hasil AMI tahun ini mengonfirmasi posisi Prodi PPKn sebagai program studi yang sehat secara akademik dan administratif. Beberapa poin unggulan yang teridentifikasi meliputi sistem layanan aduan fasilitas laboratorium yang telah terlembaga, serta agresivitas prodi dalam menjaring animo calon mahasiswa baru melalui penyelenggaraan expo. Dari sisi kurikulum, auditor memberikan apresiasi tinggi atas Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang telah sepenuhnya selaras dengan standar akreditasi nasional. Selain itu, pemetaan Mata Kuliah (MK) pengukur telah dilakukan secara sistematis untuk mewakili ketercapaian CPL, yang didukung oleh pengukuran reguler serta peninjauan profil lulusan (Program Educational Objectives) dan CPL oleh pakar internal maupun eksternal. Hal ini membuktikan bahwa kurikulum PPKn UMS memiliki validitas yang kuat di mata pemangku kepentingan.
Meskipun mencatatkan hasil positif, semangat continuous improvement tetap menjadi prioritas. Auditor merekomendasikan beberapa ruang peningkatan, seperti sistem pencatatan aduan laboratorium yang lebih terstruktur dan perluasan jangkauan promosi di wilayah Pantura. Dalam aspek pengembangan kurikulum, Prodi PPKn diarahkan untuk segera membentuk Advisory Board serta melakukan benchmarking dengan standar kurikulum internasional guna memperkuat daya saing global. Revitalisasi modul praktik dan penguatan asesmen terintegrasi melalui LMS SPADA juga menjadi agenda penting ke depan. Terkait temuan audit, prodi berkomitmen untuk segera menyusun laporan Tridharma secara lebih holistik, yang mencakup bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, selain bidang penelitian yang selama ini sudah berjalan baik. Upaya sistematis ini memastikan bahwa Prodi PPKn tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam mencetak pendidik yang profesional dan berkarakter.
