Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengirimkan 15 mahasiswanya dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang kali ini diselenggarakan di Malaysia. Program ini menjadi bagian dari skema KKN Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS yang mencakup KKN Reguler, KKN Luar Jawa, dan KKN Internasional.
Salah satu peserta KKN Internasional, Salsabila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP UMS, membagikan pengalamannya selama menjalani program pengabdian di negeri jiran tersebut.
“Program KKN Internasional ini merupakan bagian dari skema KKN yang disediakan oleh FKIP UMS. Untuk tahun ini, KKN Internasional dilaksanakan di beberapa negara, salah satunya Malaysia,” ungkap Salsabila.

Mahasiswa yang diberangkatkan ke Malaysia berada di bawah koordinasi FKIP UMS dengan bimbingan Dr. Agus Susilo, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Internasional. Dari total 15 mahasiswa. Seluruh peserta tiba di Malaysia pada 20 Januari 2026 dan akan melaksanakan program KKN hingga 16 Februari 2026.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa memiliki peran utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah mitra. Kegiatan pembelajaran dibagi ke dalam dua sesi, yaitu kelas pagi dan kelas siang. Kelas pagi diikuti oleh anak-anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Pembelajaran difokuskan pada latihan mengeja kata, kegiatan mewarnai, serta pengenalan pola.
“Untuk kelas pagi, pembelajaran kami sesuaikan karena sebagian siswa masih tertinggal. Kegiatan diawali dengan latihan mengeja kata, kemudian dilanjutkan dengan mewarnai dan mengenal pola,” ujar Fridha, salah satu mahasiswa peserta KKN.

Sementara itu, kelas siang diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5 sekolah dasar. Pada sesi ini, mahasiswa memberikan materi kesehatan tentang penyakit tulang dengan menggunakan media flashcard sebagai sarana pembelajaran visual.
“Kami menggunakan media flashcard karena anak-anak mengeluhkan metode pembelajaran sebelumnya yang cenderung membosankan, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih menarik,” tambah Fridha.
Selain kegiatan mengajar rutin, mahasiswa KKN Kemitraan Internasional UMS juga melaksanakan berbagai program kerja untuk meningkatkan kualitas pendidikan, di antaranya peningkatan literasi siswa, peningkatan motivasi belajar, penggunaan media pembelajaran visual yang interaktif, serta pengenalan budaya dan kekayaan Indonesia seperti batik, mata uang rupiah, dan makanan khas Indonesia.
Pada hari ini 24/01/2026, mahasiswa KKN Kemitraan Internasional UMS juga mengadakan kegiatan pembelajaran berbasis eksperimen sains untuk siswa kelas besar. Eksperimen yang dilakukan berupa simulasi “gelombang lava” sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan seperti cuka, minyak, dan baking soda. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui praktik langsung. Sementara itu, untuk anak-anak kelas kecil, kegiatan difokuskan pada program “senam anak Indonesia hebat” serta aktivitas jalan-jalan ringan di sekitar lingkungan sekolah guna memberikan suasana belajar yang lebih santai dan menyenangkan.
Salsabila menambahkan bahwa tantangan utama yang dihadapi selama mengikuti KKN Internasional adalah perbedaan bahasa dan budaya.
“Kami harus menyesuaikan cara berkomunikasi agar materi dapat dipahami dengan baik oleh anak-anak. Selain itu, adaptasi dengan lingkungan sekitar dan makanan juga menjadi pengalaman tersendiri,” tuturnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, para mahasiswa tetap menikmati setiap proses pembelajaran dan pengabdian. Kegiatan KKN Internasional ini dinilai tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga pengalaman sosial dan kultural yang memperkaya wawasan mahasiswa dalam konteks pendidikan internasional.
Melalui program KKN Internasional, Universitas Muhammadiyah Surakarta menunjukkan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan wawasan global serta pengalaman lintas budaya. Salsabila berharap program ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang agar semakin banyak mahasiswa UMS yang memiliki kesempatan untuk belajar dan mengabdi di luar negeri.
“KKN Internasional ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar dan mengabdi di luar negeri. Semoga program ini bisa terus berlanjut sehingga lebih banyak mahasiswa UMS yang bisa merasakan pengalaman belajar dan mengajar secara internasional”, tutur Fridha.
