Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi mahasiswa menyelesaikan studi melalui kegiatan Sharing Penyelesaian Masa Studi, yang diselenggarakan pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di Meeting Room Tepi Danau UMS. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk memberikan ruang dialog terbuka antara mahasiswa semester di atas delapan dengan pimpinan prodi, dosen pembimbing skripsi, serta dosen pengampu mata kuliah. Fokus utama dari forum ini adalah mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa dalam proses penyelesaian studi, baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. Melalui pendekatan partisipatif, program studi berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai tantangan mahasiswa, sehingga solusi yang ditawarkan tidak bersifat umum, tetapi benar-benar relevan dengan kebutuhan dan situasi individu masing-masing mahasiswa. Kehadiran para dosen dan pimpinan prodi juga menjadi bentuk nyata bahwa proses penyelesaian skripsi, pemenuhan mata kuliah, dan pengelolaan tuntutan akademik lainnya adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan komunikasi aktif dan kerja kolaboratif.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PPKn UMS menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mendengarkan keluhan atau hambatan teknis, tetapi juga sarana untuk memulihkan motivasi belajar mahasiswa yang mulai menurun akibat panjangnya proses penyelesaian studi. Ia menyampaikan bahwa banyak faktor dapat memengaruhi keterlambatan penyelesaian studi, mulai dari kendala metodologis dalam penulisan skripsi, perubahan fokus penelitian, kurangnya konsistensi dalam bimbingan, hingga persoalan personal seperti beban pekerjaan dan tekanan psikologis. Melalui forum ini, prodi ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak merasa berjalan sendirian dalam menghadapi situasi tersebut. Ketua prodi juga menekankan pentingnya semangat dan kedisiplinan diri, sembari memastikan bahwa setiap mahasiswa tetap memiliki harapan dan target yang jelas untuk segera menyelesaikan studinya. Ia berharap kegiatan seperti ini mampu memperkuat moral mahasiswa, sekaligus membuka ruang dukungan sosial yang bisa menjadi sumber energi positif bagi mereka dalam melanjutkan proses akademik.

Lebih lanjut, program studi menjelaskan bahwa hasil dari dialog dalam kegiatan ini akan menjadi dasar bagi prodi dalam merumuskan program pendampingan yang lebih sistematis dan terstruktur. Prodi berkomitmen menyediakan konseling akademik, bimbingan intensif, serta monitoring berkala terhadap progres penyelesaian studi mahasiswa. Setiap mahasiswa yang hadir pada kegiatan ini diminta menyampaikan perkembangan terkini, hambatan yang dialami, serta target waktu penyelesaian yang realistis. Dengan demikian, prodi dapat memetakan tingkat urgensi dan kompleksitas masalah, lalu menyesuaikan strategi pendampingan. Salah satu komitmen penting yang disampaikan adalah bahwa dosen pembimbing skripsi akan memperkuat pola bimbingan, memastikan pertemuan dilakukan secara lebih konsisten, serta memberikan masukan yang lebih terarah agar mahasiswa tidak berputar-putar dalam permasalahan yang sama. Dosen pengampu mata kuliah juga menyampaikan kesiapan mereka untuk memfasilitasi mahasiswa yang masih memiliki beban mata kuliah dengan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, tanpa mengurangi standar akademik yang harus dipenuhi. Hal ini menunjukkan bahwa penyelesaian studi bukan hanya tugas mahasiswa, tetapi juga bagian dari tanggung jawab institusi dalam memastikan kualitas lulusan.
Antusiasme dan keterbukaan mahasiswa dalam menyampaikan pengalaman serta kesulitan yang mereka hadapi menjadi salah satu poin penting dari kegiatan ini. Banyak mahasiswa mengungkapkan kendala seperti kesulitan menemukan referensi yang relevan, tantangan dalam memahami metode penelitian, hambatan komunikasi dalam proses bimbingan, hingga tekanan psikologis akibat kekhawatiran tidak lulus tepat waktu. Dengan suasana yang dibangun secara inklusif, mahasiswa merasa lebih nyaman untuk menyampaikan hal-hal yang selama ini tidak terungkap dalam sesi bimbingan formal. Di akhir kegiatan, prodi menegaskan kembali komitmennya untuk mendampingi mahasiswa hingga tuntas, serta memastikan adanya tindak lanjut nyata melalui penjadwalan monitoring berkala dan pembentukan mekanisme komunikasi yang lebih responsif antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Forum ini diharapkan menjadi titik balik yang mendorong mahasiswa untuk kembali fokus, bergerak lebih konsisten, dan akhirnya mampu menuntaskan studi sesuai target yang telah disepakati bersama. Kegiatan Sharing Penyelesaian Masa Studi ini sekaligus menjadi cerminan komitmen Program Studi PPKn UMS dalam menciptakan lingkungan akademik yang suportif, humanis, dan berorientasi pada keberhasilan mahasiswa.

