Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta telah menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer dengan tema “A Comparative Study on Moral and Character Education in the Curriculum of the USA and Indonesia”. Acara ini menghadirkan narasumber Bapak Fauzi Abdillah dari University of Rochester, New York, United States dan diikuti oleh mahasiswa PPKn angkatan 2024 dalam mata kuliah Pendidikan Moral dan Karakter. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 2 Juni 2025, pukul 07.00 WIB secara daring melalui Zoom. Tujuan dari kuliah ini adalah untuk membandingkan mengenai pendidikan moral dan karakter dalam kurikulum di Amerika Serikat dan Indonesia, serta mengembangkan kurikulum pendidikan kewarganegaraan global dan potensi yang dapat dilaksanakan di Indonesia.
Dalam sesi kuliah tamu ini disampaikan perbandingan antara sistem pendidikan di Amerika Serikat dan Indonesia. Pendidikan di Amerika Serikat menekankan nilai-nilai seperti rasa hormat kepada sesama, keadilan, kewarganegaraan, serta tanggung jawab, yang diintegrasikan melalui program terpadu. Sementara itu, pendidikan di Indonesia lebih fokus pada pengabdian, rasa hormat kepada orang tua, dan nilai-nilai komunitas. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan dalam mata pelajaran kewarganegaraan, kegiatan ko-kurikuler (P5), ekstrakurikuler, serta budaya sekolah, sehingga pembelajaran di Indonesia memiliki pendekatan yang holistik dan kontekstual sesuai dengan nilai-nilai sosial budaya lokal.
Tujuan dari kuliah tamu ini adalah untuk mengeksplorasi perbedaan filosofis, pedagogis, dan kelembagaan dalam pendidikan karakter dan moral antara Amerika Serikat dan Indonesia. Fokus utama adalah memahami bagaimana kedua negara mengembangkan pendidikan karakter, dengan menarik wawasan dari praktik historis dan terkini yang ada. Kuliah ini akan membahas perbedaan pendekatan pendidikan karakter, di mana Amerika Serikat lebih menekankan pengalaman belajar siswa yang mendukung prestasi akademik dan interaksi sosial, sedangkan Indonesia lebih fokus pada penguatan nilai-nilai religius, nasionalisme, dan moralitas melalui mata pelajaran khusus serta integrasi nilai-nilai budaya dan agama dalam pendidikan. Selain itu, kuliah ini juga akan mengkaji bagaimana konteks budaya, kebijakan pendidikan, dan peran lembaga memengaruhi implementasi pendidikan karakter di kedua negara, serta tantangan yang dihadapi dalam membentuk karakter generasi muda secara efektif.
Dari segi dukungan kelembagaan, pendidikan karakter di Amerika Serikat didukung oleh hibah federal dan kebijakan negara bagian yang memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan kurikulum, mencerminkan sistem pendidikan yang terdesentralisasi. Sementara itu, di Indonesia, dukungan institusional lebih terpusat melalui kurikulum nasional yang ditetapkan pemerintah pusat, dengan aplikasi yang masih bersifat terdesentralisasi di tingkat daerah. Perbedaan ini mencerminkan latar belakang historis, sosial, dan budaya yang berbeda antara kedua negara, yang memengaruhi cara pendidikan karakter dan moral diintegrasikan dalam sistem pendidikan masing-masing.
Dengan membandingkan kedua sistem ini, kuliah tamu bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pendidikan karakter dan moral dapat dikembangkan secara efektif melalui pendekatan pedagogis yang sesuai dan dukungan kelembagaan yang memadai, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di kedua negara.
Dengan demikian, kuliah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai karakteristik dan dinamika pendidikan karakter di Amerika Serikat dan Indonesia, sekaligus membuka peluang untuk mengadopsi praktik terbaik demi pengembangan pendidikan karakter yang lebih efektif di masing-masing negara.
