Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta telah menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer dengan tema “The Development of Global Citizenship Education Curriculum and Its Potential for Implementation in Indonesia”. Acara ini menghadirkan narasumber Bapak Fauzi Abdillah dari University of Rochester, New York, United States, dan diikuti oleh mahasiswa PPKn angkatan 2024 dalam mata kuliah Pendidikan Moral dan Karakter. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom pada hari Senin, 9 Juni 2025, pukul 07.00 WIB. Tujuan dari kuliah ini adalah untuk mengeksplorasi paradigma dan pedagogi yang berlaku, menganalisis tantangan dan peluang, serta membahas jalur implementasi kurikulum pendidikan kewarganegaraan global di Indonesia secara mendalam dan komprehensif. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pendidikan kewarganegaraan dalam konteks global dan aplikasinya di Indonesia.
Dalam sesi kuliah tamu ini, disampaikan mengenai adanya dua paradigma yang bersaing dalam pendidikan kewarganegaraan global. Paradigma pertama adalah pendidikan kewarganegaraan global neoliberal, yang menekankan fokus pada pengembangan keterampilan dan kemampuan kerja peserta didik agar siap menghadapi pasar tenaga kerja global. Paradigma kedua adalah pendidikan kewarganegaraan global transformatif, yang menekankan pentingnya pendekatan refleksif dan kritis dalam pembelajaran, guna menghindari risiko depolitisasi pendidikan kewarganegaraan.
Selain itu, dibahas pula bagaimana pendidikan kewarganegaraan global selama ini banyak dipengaruhi oleh epistemologi Barat yang mendominasi, khususnya dalam mengusung cita-cita demokrasi liberal. Hal ini berbeda dengan tradisi kewarganegaraan Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai seperti Pancasila, gotong royong, pluralisme, dan agama sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks Indonesia, terdapat peluang besar untuk mengembangkan pendidikan kewarganegaraan yang lebih kontekstual dan bermakna, antara lain melalui:
- Memadukan kerangka kerja global dengan kearifan lokal.
- Memadukan pembelajaran berbasis layanan dan praktik reflektif.
- Mereformasi pelatihan guru dan dukungan kebijakan .
- Mendorong proyek inklusif yang dipimpin siswa.
Kegiatan kuliah tamu ini diharapkan mahasiswa dapat memahami dengan lebih mendalam berbagai paradigma pendidikan kewarganegaraan global, mahasiswa dapat lebih aktif terlibat dalam kegiatan kewarganegaraan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, sehingga mereka menjadi agen perubahan yang mampu membawa nilai-nilai demokrasi dan kebersamaan dan juga dapat memberikan kontribusi positif dalam proses reformasi pendidikan kewarganegaraan di Indonesia, khususnya dalam memadukan kerangka global dengan kearifan lokal serta meningkatkan kualitas pelatihan guru dan kebijakan pendidikan.
