Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui dosen PPKn, Wibowo Heru Prasetiyo, PhD, menjalin kolaborasi riset dengan tim dari Universitas Tanjungpura (Untan) dalam penelitian bertajuk “Eksplorasi Karakter Kebangsaan pada Masyarakat Transnasional di Perbatasan Kalimantan Barat untuk Menyusun Indikator Nasionalisme (Studi Etnografi Lintas Batas Kebangsaan).” Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Sulistyarini sebagai ketua tim riset dan mendapatkan dukungan pendanaan selama dua tahun dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) melalui skema riset fundamental. Fokus utama penelitian adalah dinamika identitas dan nasionalisme masyarakat yang hidup di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Lokasi penelitian meliputi empat wilayah strategis di Kalimantan Barat yang memiliki interaksi lintas batas intensif, yakni Jagoi Babang dan Siding di Kabupaten Bengkayang; Sajingan Besar dan Paloh di Kabupaten Sambas; Entikong dan Sekayam di Kabupaten Sanggau; serta Badau, Puring Kencana, Batang Lupar, dan Embaloh Hulu di Kabupaten Kapuas Hulu. Kawasan ini dipilih karena memainkan peran penting dalam memahami bagaimana nasionalisme dipraktikkan dan dipersepsi oleh masyarakat yang sehari-hari berinteraksi lintas negara. Dengan menggunakan pendekatan etnografi multisitus, penelitian ini berupaya menggali pengalaman masyarakat dari berbagai titik untuk memberikan gambaran komprehensif tentang konstruksi kebangsaan di wilayah perbatasan.
Pada tahun pertama, tim riset telah melakukan pengambilan data lapangan selama satu pekan di perbatasan Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Lokasi awal penelitian adalah Desa Jagoi Babang dan Temajuk, di mana tim melaksanakan observasi, wawancara mendalam, serta studi dokumen bersama perangkat desa dan warga. Aktivitas penelitian ini menyoroti bagaimana praktik budaya, aktivitas sosial, serta pola interaksi sehari-hari masyarakat setempat menjadi sarana ekspresi nasionalisme. Dari data yang dikumpulkan, peneliti berupaya menyusun indikator-indikator yang dapat menjelaskan bagaimana nasionalisme dikonstruksi dan dipelihara di tengah konteks transnasional.
Riset ini dirancang berlangsung selama dua tahun dengan luaran yang terukur. Pada tahun pertama, target publikasi mencakup satu artikel di jurnal internasional bereputasi Scopus Q1, satu artikel di jurnal nasional Sinta 1, serta satu artikel pada prosiding internasional. Sementara itu, luaran tahun kedua diarahkan pada publikasi di jurnal internasional bereputasi Scopus Q1/Q2, penyusunan buku referensi internasional, serta prosiding internasional. Melalui capaian tersebut, penelitian ini diharapkan tidak hanya memberi kontribusi akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman dan pengembangan indikator nasionalisme yang relevan bagi masyarakat perbatasan Indonesia.
