Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga relevansi dan mutu pendidikan tinggi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui Rapat Task Force Perubahan Kurikulum Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026 ini bertujuan mematangkan bahan kajian serta menyusun draft mata kuliah sebagai fondasi pengembangan kurikulum baru yang adaptif terhadap dinamika zaman, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan pendidikan abad ke-21. Rapat ini menjadi momentum penting dalam menegaskan posisi Prodi PPKn UMS sebagai program studi yang progresif, reflektif, dan responsif terhadap perubahan.
Dalam rapat tersebut, tim task force secara intensif membahas pengembangan bahan kajian dan struktur mata kuliah yang diselaraskan dengan visi keilmuan Prodi PPKn serta Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang telah dirumuskan pada rangkaian rapat sebelumnya. Visi keilmuan dan CPL tersebut bukanlah produk instan, melainkan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dari unsur internal, Prodi PPKn UMS melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta pimpinan fakultas melalui rapat koordinasi, dialog program studi, dan pertemuan di tingkat fakultas. Sementara itu, dari unsur eksternal, sejak 2023 hingga 2025 Prodi PPKn secara aktif menggandeng alumni, pengguna lulusan, serta para pakar dalam berbagai forum strategis, seperti temu alumni, kunjungan magang persekolahan, sarasehan bersama MGMP, serta kegiatan serap aspirasi alumni.
Tidak hanya mengandalkan forum diskusi, tim task force juga memperkuat basis data melalui survei tracer study dan kepuasan lulusan. Data empirik ini menjadi pijakan penting untuk memastikan bahwa kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan lapangan, dunia kerja, serta perkembangan profesi guru dan tenaga kependidikan. Pendekatan berbasis data ini mencerminkan keseriusan Prodi PPKn UMS dalam merancang kurikulum yang tidak sekadar memenuhi standar nasional, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif dan daya saing global.
Dari hasil pembahasan mendalam, rapat task force berhasil menetapkan sembilan bahan kajian utama yang menjadi tulang punggung kurikulum PPKn UMS 2026. Kesembilan bahan kajian tersebut meliputi pendidikan Pancasila, ilmu kewarganegaraan, pendidikan kewarganegaraan, hukum dan politik kenegaraan, moral karakter dan budaya bangsa, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, pedagogi dan kurikulum PPKn, pembinaan ekstrakurikuler, media dan teknologi pembelajaran, penelitian pendidikan, serta kewirausahaan. Penetapan bahan kajian ini menegaskan bahwa kurikulum PPKn UMS tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter, spiritualitas, literasi digital, hingga jiwa kewirausahaan.
Selanjutnya, tim task force juga menyusun draft mata kuliah yang komprehensif dan terstruktur. Secara keseluruhan, kurikulum 2026 dirancang memuat 10 mata kuliah universitas, 8 mata kuliah fakultas, dan 52 mata kuliah program studi. Dari 52 mata kuliah prodi tersebut, sebanyak 44 mata kuliah bersifat wajib dan 8 mata kuliah merupakan pilihan, sehingga mahasiswa memiliki ruang fleksibilitas untuk mengembangkan minat dan kompetensi spesifik sesuai dengan rencana karier mereka. Seluruh mata kuliah tersebut akan disusun dalam struktur kurikulum delapan semester dengan beban studi 146 SKS, serta masa studi fleksibel antara 8 hingga 16 semester.
Perancangan struktur kurikulum ini mencerminkan orientasi Prodi PPKn UMS pada pembelajaran yang sistematis, bertahap, dan berkelanjutan. Mahasiswa akan dibekali fondasi keilmuan yang kuat pada semester awal, dilanjutkan dengan penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, hingga akhirnya diarahkan pada penguasaan keterampilan praktis melalui magang, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan struktur ini, lulusan PPKn UMS diharapkan tidak hanya unggul sebagai calon pendidik, tetapi juga siap berkiprah sebagai penggerak pendidikan, peneliti pemula, fasilitator masyarakat, serta wirausahawan sosial.
Melalui rapat task force ini, Prodi PPKn UMS menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan bertransformasi. Kurikulum 2026 diharapkan menjadi instrumen strategis dalam mencetak lulusan yang berkarakter Pancasila, berwawasan kebangsaan, berdaya saing global, serta berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Bagi calon mahasiswa dan orangtua, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Prodi PPKn UMS adalah pilihan tepat bagi mereka yang menginginkan pendidikan berkualitas, visioner, dan relevan dengan tantangan masa depan.
