Retorika dan Dialektika 2025 “Personal Branding: Menguasai Panggung, Meraih Peluang dalam Seni Berbicara untuk Kepemimpinan Masa Depan”

Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bidang Kaderisasi dan Pengembangan    Organisasi    mengadakan    sebuah    acara    Retorika    dan    Dialektika dengan  mengangkat tema “Personal Branding: Menguasai Panggung, Meraih Peluang dalam Seni Berbicara untuk  Kepemimpinan Masa Depan”  yang  ditujukan untuk  siswa Sekolah Menengah Atas, Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Mahasiswa Umum Universitas Muhammadiyah Surakarta. Acara Retorika dan Dialektika merupakan acara penyampaian materi mengenai ilmu komunikasi yang berkaitan dengan kemampuan Public Speaking, ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang keterampilan berbicara secara efektif dan berargumen secara logis serta memperdalam pemahaman peserta tentang teknik-teknik retorika dan dialektika.

Kegiatan Retorika dan Dialektika merupakan kegiatan seminar dengan tema “Personal Branding: Menguasai Panggung, Meraih Peluang dalam Seni Berbicara untuk Kepemimpinan Masa Depan” yang diselenggarakan di Gedung  C Lantai 4 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta pada hari Sabtu, 10 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pukul 09.00-11.30 WIB. Kegiatan Retorika dan Dialektika diikuti oleh peserta yang hadir 27 orang. Panitia melakukan briefing dan persiapan bersama sebelum acara dimulai. Kemudian kegiatan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al- qur’an, serta menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Mars Muhammadiyah”. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh ketua panitia, ketua umum Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan oleh Bapak Wibowo Heru Prasetiyo, Ph.D.

Acara  selanjutnya,  yaitu  acara  inti seminar  bersama pembicara.  Dalam acara  inti seminar ini pembicara membawakan materi tentang apa itu personal branding?, mengelola kegugupan dan membangun kepercayaan diri di depan publik, dan penggunaan bahasa tubuh, intonasi, dan visualisasi yang efektif. Penyampaian materi berjalan dengan lancar dan menarik, kemudian dilanjutkan dengan sesi yang paling seru dan ditunggu-tunggu yaitu sesi tanya jawab oleh peserta kepada pembicara. Bagi peserta yang bertanya akan mendapatkan merchandise sebagai reward  karena telah  berpartisipasi dalam sesi tanya  jawab di acara seminar  ini. Selanjutnya, yaitu pembacaan kesimpulan oleh moderator, kesimpulan dari poin-poin yang disampaikan oleh pembicara adalah bahwa untuk menguasai panggung itu harus menguasai seni berbicara. Ada 3 kunci public speaking yaitu logika (logos), kredibilitas, (etos), dan emosional (phatos). Kemudian dibahasnya juga bahwa media sosial menjadi salah satu pintu membangun personal branding. Poin penting dalam personal branding adalah value, karakteristik, konsisten dan story. Pada saat ini personal branding diperlukan untuk daya jual yang akan terasa dampaknya dimasa yang akan datang. Sesi selanjutnya yaitu penyerahan sertifikat dan kenang-kenangan berbentuk vandel kepada pembicara oleh ketua panitia. Dilanjut dengan sesi penutupan dan foto bersama dengan peserta, panitia, dan pembicara. Kemudian, di penghujung acara ada pembagian sertifikat untuk peserta secara offline di meja registrasi.

Kami harap dengan terselenggaranya acara seminar Retorika dan Dialektika ini dapat membekali peserta dengan penguasaan diri saat berhadapan dengan publik, meningkatkan pemahaman peserta tentang keterampilan berbicara secara efektif, meningkatkan kemampuan dalam menganalisis dan menyampaikan argumen secara logis dan kritis, memperluas wawasan tentang penggunaan bahasa dan logika dalam komunikasi, serta memperdalam pemahaman tentang teknik-teknik beretorikan dan berdialektika.