Workshop Palang Perah Remaja (PMR) “Penguatan Keterampilan Dasar Palang Merah Remaja melalui Materi P3K sebagai Perwujudan Proyek Kemanusiaan”

Pada tahun 2025 pemerintah gencar mensosialisasikan kegiatan berbasis proyek kemanusiaan untuk membangun karakter positif generasi muda yang tangguh, kreatif, dan bertanggung jawab. Generasi muda yang mampu membangun karakter positif sangat dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia mengingat kondisi perkembangan zaman yang telah berubah ke era globalisasi. Salah satu cara Prodi PPKn FKIP UMS dalam membangun karakter positif generasi muda dengan menyelenggarakan workshop PMR (Palang Merah Remaja).

Kegiatan workshop PMR di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP UMS dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Mei 2025 pukul 08.00-12.00 di Aula Kampus Politeknik Akbara Mojosongo Suraakrta yang mengusung tema “Penguatan Keterampilan Dasar Palang Merah Remaja melalui Materi P3K sebagai Perwujudan Proyek Kemanusiaan”. Dalam kegiatan ini menghadiri 2 orang narasumber dari petugas yang diutus oleh Pimpinan Palang Merah Indonesia Cabang Surakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah pilihan Palang Merah Remaja (PMR) di Progdi PPKn FKIP UMS yang berjumlah 30 orang, 10 siswa perwakilan dari sekolah dan 2 dosen pendamping.

Tujuan dari kegiatan workshop ini untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam berbagai aspek kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali dengan informasi penting mengenai perawatan kesehatan dalam keluarga, teknik pertolongan pertama pada kecelakaan, serta sejarah perkembangan Palang Merah baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi tambahan agar kelak dapat berperan aktif sebagai pembina Palang Merah Remaja di lingkungan sekolah, sehingga mereka siap berkontribusi dalam proyek kemanusiaan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon lulusan Program Studi PPKn FKIP UMS dapat memanfaatkan pelatihan PMR yang mereka ikuti untuk memperoleh kompetensi tambahan sebagai pembina ekstrakurikuler PMR di sekolah. Dengan menjadi pembina PMR, mahasiswa tidak hanya memperkaya pengalaman, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan dan pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja di era globalisasi saat ini.